Rahasia Keberkahan Ilmu

Rahasia Keberkahan Ilmu
Al Habib Umar bin Abdurrahman Al 'Athos sangat mencintai Syaikh Ali Baros, muridnya. Bukan karena dia murid yang paling pintar. Masih banyak murid-murid beliau yang lebih pintar. imam Abdullah bin Alawi Al Haddad adalah juga murid beliau, tapi yang paling dicintai adalah Syaikh Ali Baros.
Kenapa?
Karena Syaikh Ali sangat cinta dan taat pada gurunya. Dikisahkan saat gurunya sedang duduk, Ali Baros disuruh memijat. Habib Umar kemudian berkata, 

“Sebentar lagi Nabi Khidlir datang.” 

Tak berapa lama terdengar suara 

“Assalamu 'alaika ya lmam Umar.” 

“Wa'alaikas salam ya Khidlir.” jawab Habib Umar. 

Habib Umar lantas berjabat tangan dengan Nabi Khidlir. Berbicara sebentar, kemudian Nabi Khidlir berjalan pergi. Ketika tamunya itu melangkah pergi, Habib Umar bingung dengan sikap muridnya yang tidak beranjak dari tempatnya, padahal ada kesempatan langka mendapat berkah dari Nabi Khidlir, 

“Wahai Ali Baros, kok kamu tidak berjabat tangan dengan Nabi Khidlir?” 

“Ya Imam, apakah anda memerintahkan saya untuk berhenti memijat? Kalau anda belum memberhentikan, saya tidak berani.” 

Mendengar itu, gerimis hati sang guru. Saking harunya, beliau langsung mengangkat tangannya.
“Ya Allah, berkahi muridku, Ali Baros.” 

Sampai detik ini, tidak ada yang mengirim Fatihah kepada imam Umar bin Abdurrahman Al Al Athos kecuali setelahnya disebut Syaikh Ali Baros.

* * * 

Begitulah Perilaku para ulama salaf yang layak kita teladani.
Berkahnya ilmu diperoleh kalau kita betul-betul cinta dengan guru. Dibuktikan dengan taat dan patuh pada perintahnya.
close
==[ Klik disini 1X ] [ Close ]==